//
you're reading...
Catatan & Analisis

PEMIKIRAN ASWAJA TOPENG (22) HATI-HATI HTI !

Gambar

Hizbut Tahrir Telah Mentargetkan 13 Tahun Untuk Merealisasikan Konsep Politiknya?

Hizbut Tahrir Harus Bersyukur Kepada Demokrasi?

Hizbut Tahrir Membodohi Indonesia?

Hizbut Tahrir Harus Dipantau Dan Diwaspadai?

Pemikiran Aswaja Topeng:
Dalam majalah Ijtihad edisi 31 hal 7-8, Abdurrohim Arief [tapi dilihat dari gaya bahasanya saya menduga penulis sebenarnya adalah M Idrus Ramli] dalam maqalnya yang bertajuk HATI-HATI HTI ! dengan sangat provokatif mengatakan:

“Awalnya gerakan yang selalu mengembar-gemborkan isu khilafah ini hanya mentargetkan 13 tahun untuk merealisasikan konsep politiknya. Namun, semenjak dirintis, tepatnya tahun 1953, belum satu negarapun di dunia yang mengibarkan bendera khilafah mereka. Waktupun diperhitungkan kembali. Kali ini mereka menaruh limit hingga tiga dasawarsa. Apa boleh buat, perhitungan tinggalah perhitungan. Sampai saat ini, tepatnya tahun Hizbut Tahrir yang ke-56, masih belum ada kabar baik, kapan khilafah mereka diresmikan. Justru, keberadaan Hizbut Tahrir selalu diuber-uber oleh pemerintah setempat”.

MEMBONGKAR PAT:
Hizbut Tahrir Telah Mentargetkan 13 Tahun Untuk Merealisasikan Konsep Politiknya?

Bercita-cita setinggi apapun tidak dilarang, bahkan sangat dianjurkan. Pepatah mengatakan ; “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Justru cita-cita yang tinggi disertai usaha maksimal dan tawakkal bisa menggapai hasil yang tinggi pula. Dan terbukti sampai saat ini dakwah Hizbut Tahrir telah menyelimuti Dunia, baik dunia Timur maupun dunia Barat, baik dunia komunis maupun dunia kapitalis. Ketertundaan cita-cita bukan berarti kegagalan. Sangat natural kalau Hizbut Tahrir sampai saat ini belum berhasil merealisasikan cita-citanya, karena bercita-cita meng-khilafah-kan dunia seluruhnya.
Terkait para syabab Hizbut Tahrir yang selalu diuber-uber oleh pemerintah setempat. Justru inilah kondisi Para Rasul, Para Nabi, Para Ulama shalihin dan Para Waliyullah dalam mendakwahkan agama Allah swt. Tidak seperti kondisi para penjilat, para agen dan para hipokrit, yang selalu bekerjasama dengan pemerintahan setempat, yang sangat anti penerapan syariat Allah swt. Dan itu membuktikan bahwa Hizbut Tahrir berada di atas kebenaran dan jalan yang lurus.

Pemikiran Aswaja Topeng:
Selanjutnya Abdurrohim Arief mengatakan ;
“Satu hal yang mungkin dianggap lucu dari sepak terjang pergerakan ini [HTI], di mana gerakan yang selalu mengkafirkan, menghina bahkan membenci dengan sepenuh hati terhadap konsep demokrasi, justru baru bisa mengibarkan benderanya di negeri yang menjunjung tinggi asas demokrasi. Coba lihat, di mana Hizbut Tahrir berani dan dapat menyelenggarakan acara sebesar itu [Konferensi Khilafah Internasional di Gelora Bung Karno, tahun 2007] di negara Islam lain? Seharusnya mereka banyak bersyukur kepada demokrasi Indonesia. Mereka tumbuh subur dari demokrasi yang mereka benci. Tapi sayang mereka memilih tumbuh menjadi benalu”.

MEMBONGKAR PAT:
Hizbut Tahrir Harus Bersyukur Kepada Demokrasi?

Tulisan itu sangat lucu, seperti orang gila yang menertawakan orang waras. Karena keberhasilan Hizbut Tahrir berdakwah di Indonesia dan di sejumlah negeri Islam yang lain itu bukan karena demokrasi, tetapi karena keseriusan dan keikhlasan para syababnya, dan karena pertolongan Allah, maka Hizbut Tahrir hanya berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan menerima dakwah, dan hanya bersyukur kepada Allah. Sebagaimana keberhasilan dakwah Wali Songo itu bukan karena pulau Jawa yang menjungjung tinggi asas agama Hindu dan Budha. Tulisan itu juga sangat lucu, karena menganjurkan Hizbut Tahrir agar bersyukur kepada demokrasi sistem kufur. Subhanallah! Inilah yang disebut mental Aswaja Topeng, yang sejatinya adalah virus liberal yang sedang melecehkan Islam dan kaum muslim, dan sedang menggerogoti kewibawaan kaum santri dan pondok pesantren!

Pemikiran Aswaja Topeng:
Selanjutnya Abdurrohim Arief mengatakan ;
“Entah, bodohnya Indonesia atau memang ia dibodohi HTI. Bagaimana bisa, bentuk Negara kesatuan yang telah diberi harga mati mengizinkan organisasi politik lain untuk dapat mengibarkan bendera pendudukan di negaranya. Apakah ia tidak membaca sejarah kelam pergerakan tersebut? Apakah ia tidak pula memerhatikan konsep ideologi teologis dan politisnya? Nestapa, bila kita tidak mengenal siapa sebenarnya mereka”.

MEMBONGKAR PAT:
Hizbut Tahrir Membodohi Indonesia?

Sangat bodoh, kalau kita sebagai kaum Aswaja tidak mengerti bahwa langit dan bumi seisinya semuanya adalah milik Allah swt dan harus diatur dengan syariat Allah. Negeri Indonesia adalah fakta [al-waqi], sebagaimana negeri Mekah dan Yatsrib kala itu, yang harus disesuaikan dengan syariat Allah, bukan syariat-Nya yang harus disesuaikan dengan fakta. Maka siapa saja yang tidak mau diatur dengan syariat Allah, ia harus keluar dari bumi-Nya. Dan perlu diketahui bahwa Indonesia bisa merdeka dengan pekikan takbir “Allohu Akbar! Allohu Akbar! …..”, bukan dengan “Demokrasi! Demokrasi!….”. Dan Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan sila pertama “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Lalu pada tanggal 18 Agustus 1945 sila pertama itu dikhianati dengan menggantinya dengan ; “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Jadi baru sehari merdeka Negara Indonesia sudah berkhianat kepada Allah, Islam dan kaum muslim.

Dan sangat bodoh ketika kita sebagai kaum Aswaja tidak mengerti bendera Aswaja yang dikibarkan sejak masa Rasululloh saw dan terus dikibarkan selama 13 abad lebih. Bendera tersebut adalah bendera yang dikibarkan oleh Hizbut Tahrir di berbagai negeri obyek dakwahnya, tidak dikurangi dan tidak ditambah-tambah. Dan sangat bodoh kalau kita justru elergi dengan bendera itu.
Juga betapa bodohnya seseorang yang tidak memahami ideologi teologis Hizbut Tahrir [yaitu rukun iman yang enam] kecuali dari qila wa qala, dan memprovokasi [bangsa] Indonesia agar menolak Hizbut Tahrir karena ideologi teologisnya itu. Padahal menolak ideologi teologi Hizbut Tahrir adalah murtad dan komunis, karena sama dengan menolak rukun iman yang enam. Na’udzu billahi min dzalik! Inikah mental seseorang yang mengklaim Aswaja?

Pemikiran Aswaja Topeng:
Selanjutnya Abdurrohim Arief mengatakan ;
“Untuk itu, tidak salah kiranya bila kami turut menasihati agar segenap sepak terjang pergerakan ini terus dipantau dan diwaspadai. Perlu diwaspadai karena Hizbut Tahrir ditengarai mengusung ide-ide dan wacana menyimpang yang meresahkan umat Islam. Dari berbagai ide dan wacana tersebut, setidaknya terdapat tiga klasifikasi pembahasan yang perlu diperhatikan:

Pertama, akidah. Bila berbicara tentang akidah Hizbut Tahrir maka kita akan dihadapkan pada berbagai fakta menyimpang yang kompleks, utamanya yang berkenaan dengan permasalahan qadha dan qadar. Pandangan Hizbut Tahrir mengenai qadha dan qadar sama persis dengan aliran sesat Muktazilah. Lebih dari itu mereka meragukan kepercayaan terhadap qadha dan qadar sebagai bagian dari rukun iman.

Aliran ini juga menyatakan dengan tegas bahwa meraih petunjuk dan terjerumus dalam kesesatan adalah murni hasil dari tindakan manusia. Tidak ada intervensi Tuhan sedikitpun. Petunjuk dan kesesatan menurut mereka adalah pilihan hidup yang berada pada area yang dikuasai oleh setiap pribadi. Karenanya, mereka dapat menentukan sendiri jalan kehidupan di antara keduanya. Dan dari sanalah nantinya Tuhan akan memberi balasan bagi setiap tindakan.

Di samping itu, mereka juga banyak meragukan akidah-akidah yang telah diyakini oleh mayoritas umat Islam, utamanya terhadap hal-hal yang berbau mistis dan gaib, seperti keyakinan akan siksa kubur, keyakinan adanya pertanyaan Malaikat Munkar-Nakir, keyakinan akan turunnya Isa di akhir zaman, keyakinan akan fitnah Dajjal, keyakinan atas syafaat Nabi saw dipadang Mahsyar, dan lain sebagainya. Bagi mereka, segenap bentuk kepercayaan di atas tidak wajib diyakini karena berangkat melalui riwayat ahad. Namun, mereka tidak pernah mau mengkaji kemutawatiran Hadis-Hadis tersebut secara ma’nawi. Sehingga, penyimpangan-penyimpangan tadi hampir menjadi ciri khas akidah para syabab Hizbut Tahrir.

MEMBONGKAR PAT:
Hizbut Tahrir Harus Dipantau Dan Diwaspadai?

Terkait kesama-persisan Hizbut Tahrir dengan Muktazilah dalam pandangannya terhadap qadha dan qadar sudah saya bantah dalam buku Nasihat Terbuka Untuk Himasal, maka tidak perlu mengulanginya di sini, dan pembaca monggo membacanya di sana. Dan tuduhan itu hanyalah rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi terhadap Hizbut Tahrir. Juga pada pemikiran Aswaja Topeng sebelum-sebelumnya, semuanya sudah saya bongkar.

Terkait Hizbutr Tahrir meragukan kepercayaan terhadap qadha dan qadar sebagai bagian dari rukun iman juga akan saya bongkar setelah edisi ini, yaitu bertajuk “Rukun Iman Ada Lima?”.
Terkait petunjuk dan kesesatan, maka Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani rh telah menjelaskan secara konprehensif dengan sangat akurat dan rasional dalam kitabnya as-Syakhshiyyah al-Islamiyyah juz 1 hal 98-103. Di sana beliau telah mendatangkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukan penisbatan petunjuk dan kesesatan kepada Allah swt, yang memberikan pemahaman bahwa petunjuk dan kesesatan itu bukan dari hamba, tetapi hanya dari Allah swt.
Begitu pula beliau telah mendatangkan ayat-ayat yang menunjukan penisbatan petunjuk dan kesesatan kepada hamba, dan memberi pemahaman bahwa petunjuk dan kesesatan itu dari hamba. Lalu beliau menekankan bahwa semua ayat-ayat tersebut harus difahami secara tasyri’ [syariat] supaya bisa nampak bahwa penisbatan petunjuk dan kesesatan kepada Allah itu memiliki makna [madlul] selain makna penisbatan petunjuk dan kesesatan kepada hamba.
Kemudian beliau berpandangan bahwa penisbatan petunjuk dan kesesatan kepada Allah itu bukan nisbat pelaksanaan [mubasyarah], tetapi nisbat penciptaan [khalq]. Jadi yang menciptakan petunjuk dan kesesatan adalah Allah swt, sedang yang melaksanakan adalah hamba, dan seterusnya. Oleh karena itu agar tidak terjadi kesalah pahaman dan buruk sangka, kita harus membaca bab petunjuk dan kesesatan pada kitab tersebut secara keseluruhan, dari awal sampai akhir, tidak hanya sepenggal.

Dan terkait siksa kubur, pertanyaan Malaikat Munkar-Nakir, turunnya Nabi Isa di akhir zaman, fitnah Dajjal, syafaat Nabi saw di Padang Mahsyar, dan lain sebagainya. Maka Hizbut Tahrir tidak memasukan pembahasan itu kedalam tsaqafahnya, karena telah mencukupkan diri dengan pembahasan akidah Islam. Sedangkan meninggalkan pembahasan suatu masalah itu tidak berarti tidak meyakini atau mengingkari masalah tersebut. Sebagai contohnya adalah kitab sulam-safinah yang meninggalkan pembahasan jinayat, hudud dlsb. Maka bantahan atas semua tuduhan miring tersebut saya cukupkan dengan bantahan terkait siksa kubur di atas, yaitu pemikiran Aswaja topeng (14).

Yang jelas semuanya adalah rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi terhadap Hizbut Tahrir untuk menggagalkan berdirinya Daulah Khilafah Rasyidah.
(Abulwafa Romli).

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 13,405 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: