//
you're reading...
Al Khilafah, Uncategorized

DEKHILAFATISASI

Gambar

 

Dekhilafatisasi adalah upaya penolakan terhadap ide khilafah serta  penjegalan terhadap dakwah penegakkan khilafah, yang sangat getol dipropagandakan oleh kaum kuffar secara langsung atau melalui kaki tangannya dari gerombolan muslim sepilis plus hedonis, dan yang dilakukan oleh penguasa kaum muslim diberbagai negri muslim, seperti kerajaan Arab Saudi dan lain-lain, melalui kaki tangannya dari kalangan salafi (wahabi) yang anti terhadap berdirinya khilafah, bukan terhadap ide khilafahnya, Kaum kuffar sangat ketakutan dengan berdirinya khilafah, karena akan menghentikan penjajahannya atas negeri-negeri Islam yang kaya akan sumber daya alamnya, dan takut berbagai kepentingannya terancam gulung tikar. Ini sangat wajar, karena mereka adalah orang-orang kafir yang pasti membenci dan memusuhi Islam dan kaum muslim. Sedangkan kerajaan Arab Saudi dan penguasa muslim yang lain, juga merasa khawatir dengan berdirinya Khilafah, karena kerajaan dan kekuasaannya terancam bubar dan kepentingan ahli warisnya beserta kroni-kroninya akan tergeser. Maka secara alamiah di antara dua kelompok yang sama-sama punya niat jahat terhadap khilafah, pasti akan ada kerja sama atau pembagian tugas untuk penghancuran, penggagalan, atau perlambatan berdirinya khilafah.

 

Ada lagi kelompok yang terdiri dari kaum moderat yang masih terlihat kental ke-Islamannya, tidak seperti kaum moderat dari kelompok liberal, yang berupaya menggabungkan antara pemikiran politik Barat dan pemikiran politik Islam, seperti yang saat ini diperankan oleh PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Dimana kelompok ini juga bisa saling bersinergi dengan dua kelompok sebelumnya.

 

Dan di antara hasil kerjasama atau pembagian tugas di antara tiga kelompok di atas, adalah diterbitkan serta diedarkannya buku-buku (kitab-kitab) atau tulisan-tulisan yang menyerang ide khilafah secara langsung, seperti buku-buku atau tulisan-tulisan kaum liberal, atau menyerang kelompok yang berjuang untuk tegaknya khilafah, seperti buku-buku atau tulisan-tulisan yang mengatas namakan karya ulama yang menyerang Hizbut Tahrir, bukan khilafahnya. Dan di antara buku-buku yang menyerang Hizbut Tahrir,  adalah kitab al-Ghaarah al-Imaaniyyah fii raddi mafaasidi at-Tahriiriyyah, karya Syaikh Abdullah al-Harariy, kitab al-Qardhawiy Fil ‘Araa, dan buku yang berjudul Ensiklopedi Gerakan Keagamaan dan Pemikiran dari lembaga World Assembly Moslem Youth (WAMY).

 

Buku Gerakan Keagamaan dan Pemikiran terbitan WAMY atau buku WAMY awalnya beredar di Indonesia dengan bahasa arab dengan judul al-Mausu’atul Muyassarah Fil Adyaan Wal Madzaahib Wal Ahzaab al-Mu’aaashirah, karya Dr. Mani’ Bin Ahmad al-Jahniy. Namun oleh penerbit Al-Ishlah Press diterjemahkan menjadi dua jilid. Buku tersebut berisi profil berbagai gerakan keagamaan dan sosial politik berbentuk ensiklopedi mini. Di dalamnya membahas berbagai paham dan pergerakan yang terkenal di era sekarang. Dan ketika membahas tentang gerakan seperti HT, Jamaah Tabligh (JT) dan organisasi Islam lainnya sangat kental dengan informasi miring dan fitnah terlebih lagi terhadap HT. Sedangkan Ikhwanul Muslimin, yang di negeri ini menjadi PKS, digambarkan sebagai gerakan paling mapan. Pada edisi berikutnya hak terbit buku ini dipegang oleh PT. I’tisham Cahaya Umat, penerbit Islam Reformis di wilayah jalan Pemuda Rawamangun, tepatnya saat ini di seberang kampus A, Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Terbit dalam 1 jilid bahkan terakhir dibuat hardcover.

 

Jauh sebelum buku WAMY ini dikenal, ada dua buah buku yang menjadi sumber awal informasi miring seputar HT, JT dan lainnya. Buku tersebut yaitu al-Thariq ila Jamaatul Muslimin, karya Husein bin Muhammad bin Ali Jabir, dan Ad-Dakwah Al-Islamiyah Faridhah Syar’iyyah wa Dlarurah Basyariyyah, karya DR Shadiq Amin,  yang dalam bahasa indonesianya diterjemahkan menjadi Menuju Jamaatul Muslimin dan Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal.

 

Isi dari buku-buku di atas yang terkait dengan Hizbut Tahrir adalah sama, yang lain hanya kitab dan penulisnya, yaitu rekayasa, dusta, fitnah dan provokatif terhadap Hizbut Tahrir, dan tema yang dibahas juga sama, yaitu tema-tema lama yang sebenarnya sudah dibantah oleh Hizbut Tahrir. Khususnya kitab Gharah Imaniyah karya al-Harari (karena ia telah dianggap ulama dan waliyullah), kitab ini telah dijadikan rujukan oleh kalangan tradisional untuk menyerang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Di antaranya adalah oleh Pengurus Cabang NU Pasuruan, yaitu dalam buku Ajaran, Faham Dan Amaliyah ASWAJA, Serial Tanya Jawab, Panduan bagi warga dan Pengurus NU, di mana dalam taupik Siapakah Hizbut Tahrir itu? Hal. 36, 37 dan 38, kitab Gharah Imaniyah menjadi menu (dalil) utamanya dengan diberi tambahan sedikit. Dan dalam buku AKIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH, hal. 40 dan 85, yang diterbitkan oleh Syabab Ahlussunnah Wal Jama’ah (SYAHAMAH press), Jakarta Timur, kitab Gharah Imaniyah juga menjadi menu utamanya dan biberi tambahan sedikit.

 

Juga KH. M. Azizi Hasbullah dalam buletin MISKAT/XXV1/Agustus 2006, yang dikeluarkan oleh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jatim, dalam kolom kupas tuntas fiqh yang bertemakan Apa Saja Kesalahan Hizbut Tahrir?, juga menjadikan kitab Gharah Imaniyah sebagai menu utamanya dan diberi tambahan di sana sini. Belakangan lebih maju lagi, epidemi virus Al-Gharah Al-Imaniyyah menyebar  melalui HIMASAL, seperti dalam Materi Turba Himasal yang diperkuat oleh berbagai ceramah oknum Kyai Lirboyo yang telah malang melintang terlibat dukung-mendukung pemilihan kepala daerah dan terlibat dalam partai politik yang tidak jelas arahnya. Lebih parah lagi apa yang telah dilakukan oleh Idrus Romli mantan guru senior Pondok Pesantren Sidogiri, Kraton, Pasuruan, Jatim, dalam majalah IJTIHAD edisi 28/Th XV/Rabiul Awal-Rajab/1429 H dan berbagai tulisannya yang lain, ia sangat cerdik membuat rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi, di mana di samping telah menjadikan kitab Gharah Imaniyah sebagai menu utamanya, juga berbagai sumber lain dari tulisan orang-orang yang membenci Islam dan kaum muslim, termasuk tulisan kaum liberal. Dan di antara kebohongan dan rekayasanya yang sangat kasat mata adalah tulisannya dalam majalah tersebut hal. 7 sebagai berikut;

 

“Kedua, latar belakang an-Nabhani yang terlibat dalam partai komunis marxis menyisakan satu pemikiran yang dia tuangkan kedalam partai HT.yang didirikannya. Dalam beberapa bagian karyanya as-Syakhshiyyah al-Islamiyyah [seperti hal. 43, 71 dan 91], secara vulgar an-Nabhani mengadopsi idiologi Mu’tazilah yang tidak mempercayai qadha dan qadar Allah swt. Rukun iman yang seharusnya ada enam, direduksinya menjadi lima. Apabila idiologi komunis tidak mempercayai adanya Tuhan apalagi qadha dan qadar Tuhan, maka HT mempercayai Tuhan, tetapi tidak mempercayai qadha dan qadar yang menjadi salah satu sifat kesempurnaan Tuhan”.

 

Padahal dalam kitab Syakhshiyyah Islamiyyah juz I hal. 43 sebagaimana dituduhkan di atas redaksinya sebagai berikut;

 

هذه هي الأمور التي يجب الإيمان بها وهي خمسة أمور: الإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن أيضا بالقضاء والقدر ولا يطلق الإيمان بالإسلام على الشخص ولا يعتبر مسلما إلا إذا آمن بهذه الخمسة جميعها وآمن بالقضاء والقدر…

 

“Ini adalah sejumlah perkara yang wajib diimani, yaitu lima perkara: Iman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan juga beriman kepada Qadha dan Qadar. Dan tidak dikatakan Iman kepada Islam atas seseorang dan tidak pula ia dianggap sebagai muslim, kecuali ketika ia telah beriman kepada lima perkara ini, semuanya, dan beriman kepada Qadha dan Qadar…”.

 

Redaksi itu sebenarnya sama dengan redaksi hadis berikut;

 

“… قال فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره… رواه مسلم عن عمر رضي الله عنه

 

“… Jibril berkata: “Terangkan kepadaku tentang Iman!”, Nabi saw bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya…”.HR Muslim dari ‘Umar ra.

 

Pada hadis ini Nabi saw pertama kali menuturkan lima perkara yang wajib diimani, lalu menambah satu lagi dengan mengathafkan kata tu’minu kepada kata tu’minu yang pertama dengan memakai hurf ‘athaf waawu. Ini sama dengan redaksi kitab Shakhshiyyah di atas. Jadi lima ditambah satu sama dengan enam. Coba di mana letak kesalahannya? Jadi tuduhan bahwa  HT itu komunis dan Mu’tazilah adalah rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi terhadap HT. Anehnya orang-orang yang telah terbukti suka merekayasa, berdusta, memitnah dan memprovokasi justru malah mendapat tempat terhormat dijam’iyyahnya yang selama ini mengklaim paling ASWAJA.

 

Juga dengan tuduhan-tuduhan miring yang lainnya, seperti HIzbut Tahrir Mu’tazilah, Khawarij, Wahabiyah, Syi’ah, Qadariyah, membolehkan berciuman dengan wanita ajnabiyah, bersalaman (mushafahah) dengan ajnabiyah dan dengan syahwat dan mendapat dana dari Yahudi dan lain-lain. Maka bagi orang yang berakal atau orang yang waras, semua tuduhan miring itu menunjukkan bahwa penuduhnya adalah orang-orang yang bingung yang sebenarnya tidak memahami atau tidak menjangkau pemikiran Hizbut Tahrir yang sangat tinggi dan cemerlang, karena tuduhan miring tersebut satu dengan yang lainnya saling bertabrakan atau berlainan arah. Sebagai contohnya, ketika ada sejumlah orang menuduh HT itu keutara, HT itu keselatan, HT itu ketimur, HT itu kebarat dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang bingung yang tidak memehami fakta serta realita HT.

 

Kalaupun saja mereka sepakat menuduh HT dengan satu arah, maka ini juga tidak dijamin kebenarannya selagi masih banyak orang-orang alim dan ulama yang membelanya dan HT juga membawa dalil-dalil syar’iy untuk setiap ide dan pemikirannya.

 

Sesungguhnya Hizbut Tahrir telah membantah semua tuduhan miring yang dialamatkan kepadanya, baik secara langsung oleh HT atau melalui para syababnya. Juga HTI telah membuat bantahan terhadap kitab Ghaarah Imaniyyah yang penuh dengan rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi, karya Abdullah Harari diatas, baik dengan bahasa Arab atau dengan bahasa Indonesia. Maka siapa saja yang membutuhkannya, silakan menghubungi para syabab HTI di manapun mereka berada. Lebih dari itu, saya telah menyediakan tempat khusus untuk membantah semuanya, yaitu di halaman facebook “Membongkar Pemikiran Aswaja Topeng”.

 

Dan terkait bantahan terhadap berbagai tulisan M Idrus Ramli, saya telah menulis tiga buku:

1. Ketika Virus Liberal Menggerogoti Pondok Pesantren, bantahan atas Majalah Ijtihad Pon Pes Sidoogiri

2. Membongkar Pemikiran Aswaja Topeng, bantahan atas buku Hizbut Tahrir dalam Sorotan

3. Kesalahan Logika Idrus Ramli, bantahan atas buku Jurus Ampuh Membungkam HTI

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 27,845 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: