//
you're reading...
Catatan & Analisis

PEMIKIRAN ASWAJA TOPENG (24) Bisakah khilafah diterapkan di seluruh dunia dan di setiap zaman?

Gambar

Dalam menjawab pertanyaan wartawan Ijtihad;
“Bukankah menegakkan imam tunggal adalah pendapat jumhur ulama?”,

KH Abdul Muchith Muzadi berkata;
“Memang dulu di zaman [setelah] Nabi pemerintahannya menganut sistem khilafah. Tapi apakah itu bisa diterapkan di seluruh dunia dan di setiap zaman? Kalau kita menerapkan khilafah di Indonesia berarti itu akan merombak NKRI. Kuat ndak? Bisa ndak? Kan suatu cita-cita tidak bisa diperhitungkan berdasarkan keinginan saja, tapi kita juga mempertimbangkan kesiapan rakyat Indonesia. Terus siapa yang mau menjadi khalifah?
Jika kita melihat sejarah, strategi penyebaran Islam di Indonesia itu menggunakan cara meng-Islamkan rakyat Indonesia. Rakyat itu diajak masuk Islam, diajak ngelakoni Islam. Berangsur-angsur pejabat-pejabat akan menjadi Islam. Dan akhirnya pemerintahnya juga jadi Islam. Sehingga rakyatnya pun bisa menerima Islam.
Tapi HTI lain, pemerintahannya yang di-Islam-kan dulu kemudian rakyatnya dipaksa masuk Islam”.
(Majalah Ijtihad, PP Sidogiri Pasuruan Jatim, edisi 31, hal 17).

MEMBONGKAR PAT:

Bisakah khilafah diterapkan di seluruh dunia dan di setiap zaman?
Sistem khilafah itu bisa diterapkan di seluruh dunia dan di setiap zaman. Tergantung manusianya, terutama yang mengaku muslim dan Aswaja, mau apa tidak? Kalau manusianya tidak mau, jangankan khilafah, shalat saja yang mudah, ya tidak bisa dilakukan. Tapi kalau manusianya mau, terutama yang muslim, mereka mau semua, dan berjuang bersama-sama, maka tidak butuh waktu puluhan tahun, tapi setahun saja khilafah sudah berdiri.

Apalagi dalil-dalil akan berdirinya khilafah ala minhajin nubuwwah telah mencapai derajat mutawatir bil makna. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir terus berdakwah, mengajak kaum muslim agar mau menegakkan khilafah, tapi salah satu kendalanya, ya ini dan itu, para sesepuh ulama Aswaja yang cenderung buruk sangka kepada Hizbut Tahrir, bahkan meskipun sudah sepuh masih hobi menggembosi. Dan menegakkan khilafah itu bukan hanya kewajiban Hizbut Tahrir, tapi kawajiban seluruh kaum muslim. Hizbut Tahrir mengajak kaum muslim untuk bersama-sama menegakkan khilafah, karena kalau cuma Hizbut Tarir tanpa dukungan kaum muslim ya tidak kuat, karena yang akan dirombak bukan hanya NKRI, tapi seluruh sistem pemerintahan yang ada di dunia, termasuk di Amerika.

Terkait kesiapan rakyat Indonesia, saya yakin rakyat Indonesia sudah siap, karena ketika demokrasi mau diterapkan di Indonesia, rakyat tidak pernah ditanya, siap apa belum, dan demokrasi benar-benar ditegakkan. Sebenarnya yang belum siap itu bukan rakyat, tapi para ulamanya, karena kalau ulamanya sepakat, rakyat itu tinggal nurut. Apalagi rakyat warga NU yang katanya ada 30 juta lebih, yang terkenal sebagai rakyat yang sami’na wa atha’na kepada para ulamanya. Jadi sebenarnya tergantung kepada kemauan para ulama, mau apa tidak menegakkan khilafah bersama Hizbut Tahrir. Sedangkan siapa yang mau menjadi khalifah? Hizbut Tahrir itu dakwahnya global, tidak hanya di Indonesia. Ketika –dengan izin Allah- Indonesia telah siap menjadi Negara khilafah, maka calon khalifahnya itu disaring dari seluruh dunia.

Masa sih umat Islam yang jumlahnya tidak kurang dari 1,5 milyar tidak ada yang mampu menjadi khalifah. Apalagi Hizbut Tahrir telah memiliki segudang syabab dari ulama Aswaja yang tersebar di seluruh penjuru dunia, yang sudah siap memangku jabatan khalifah. Dan Hizbut Tahrir telah memiliki seperangkat sistemnya yang sangat lengkap, dan ditunjang dengan pengalaman memimpin Hizbut Tahrir sedunia, maka khalifah tinggal menjalankannya saja. Inikan lebih mudah. Bisa saja bagi orang seperti KH Abdul Muchith Muzadi itu sulit, karena belum pernah halaqah secara intensif dengan Hizbut Tahri dan belum pernah menjadi anggotanya. Jangankan menjadi khalifah, menjadi imam shalat saja kalau dari kecil tidak pernah ngaji, sampai mati ya tidak akan bisa.

Terakhir, rakyat Indonesia ini -termasuk para pemimpinnya- 80 % lebih sudah menjadi muslim. Maka ketika khilafah berdiri, tidak perlu dipaksa menjadi muslim lagi, juga yang non muslim, Hizbut Tahrir tidak akan memaksanya masuk Islam, karena tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Dan dakwah Hizbut Tahrir itu tidak hanya kepada rakyat, dan tidak hanya kepada pemimpin, tetapi semua manusia harus tersentuh oleh dakwahnya, baik rakyat maupun pemimpin, dan baik muslim maupun non muslim, karena khilafah itu untuk seluruh manusia, dengan kata lain, Islam itu rahmat bagi semua alam.
(Abulwafa Romli).

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 27,880 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: