//
you're reading...
Catatan & Analisis

PEMIKIRAN ASWAJA TOPENG (23) Syaikh Taqiyyuddin Mantan Anggota Partai Komunis?

Gambar

Rukun Iman Ada Lima?

M Idrus Ramli mengatakan;
“Kedua, latar belakang an-Nabhani yang terlibat dalam partai komunis marxis menyisakan satu pemikiran yang dia tuangkan kedalam partai HT yang didirikannya. Dalam beberapa bagian karyanya as-Syakhshiyyah al-Islamiyyah [seperti hal. 43, 71 dan 91], secara vulgar an-Nabhani mengadopsi ideologi Mu’tazilah yang tidak mempercayai qadha’ dan qadar Allah swt. Rukun iman yang seharusnya ada enem, direduksinya [dikurangi] menjadi lima. Apabila ideologi komunis tidak mempercayai adanya Tuhan apalagi qadha dan qadar Tuhan, maka HTI mempercayai Tuhan tetapi tidak mempercayai qadha dan qadar yang menjadi salah satu sifat kesempurnaan Tuhan”.
(Majalah Ijtihad PP Sidogiri Pasuruan Jatim, edisi 28, hal 7).

MEMBONGKAR PAT:
Syaikh Taqiyyuddin Mantan Anggota Partai Komunis?

Terkait dengan Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani yang dituduh sebagai mantan anggota partai komunis marxis, maka saya tidak menemukan hal ini dari kitab-kitab yang menjelaskan biografi Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani seperti kitab Hizbut Tahrir Tsaqafatuhu Wamanhajuhu Fi Iqamati Daulatil Khilafatil Islamiyyah, karya Muhammad Muhsin Radhi yang cukup lengkap dan kitab Tarjamatusy Syaikhi Muhammad Taqiyyuddin an-Nabhani, karya al-Alamah asy-Syaikh ‘Izzuddin Hisyam Ibn Abdul Karim Ibn Shalih al-Badroni al-Husaini al-Mushili. Dan untuk membuktikan bahwa tuduhan itu dusta, justru beliau Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani telah menulis kitab berjudul Naqdhul Isytirokiyyatil Markisiyyah [Bantahan Terhadap Sosialisme Marxisme]. Kitab ini telah di Indonesiakan oleh syabab Hizbut Tahrir Drs. Hafid Abdurrahman MA. Setelah pembaca membaca kitab tersebut, maka pembaca akan mengetahui bahwa tuduhan diatas adalah dusta dan bahwa Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani sangat anti komunis, oleh karena itu beliau membongkar kesalahan ideologi komunis beserta system-sistemnya.

Ada sebuah cerita dari syabab Timur Tengah, ketika ia sedang duduk bersama Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani, datanglah teman syabab itu. Lalu syabab itu bertanya kepada temannya; “Kapankah anda mau berjuang bersama kami?”. Lalu temannya itu menjawab; “Saya baru datang dari sebuah tempat dan disana saya meminum khamer bersama Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani, ini mulut saya masih bau khamer!”. Lalu syabab itu bertanya kepada temannya; “Apakah kamu bersama orang ini?”. Temannya menjawab; “Tidak!”. Lalu syabab itu berkata; “Ini adalah Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani”. Lalu temannya itu tertunduk malu.

Jadi kalau memang tuduhan itu benar, bisa saja yang mantan anggota partai komunis itu Taqiyyuddin yang lain yang namanya sama, atau orang yang ngaku-ngaku sebagai Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani, atau tuduhan itu hanyalah dusta dan fitnah, karena berdusta dan memitnah itu sangat mudah bagi pendusta dan pemitnah seperti Idrus Ramli, karena berdusta dan memitnah itu tidak butuh ilmu, tinggal apa yang ada di dalam otaknya yang terselimuti hawa nafsu dusta dan fitnah tinggal diucapkan. Kalaupun ada rujukannya, maka kepanjangan dari rujukan yang dusta dan fitnah adalah ya dusta dan fitnah.

Rukun Iman Ada Lima ?

Ini adalah murni rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi dari Idrus Ramli.
Padahal dalam kitab Syakhshiyyah Islamiyyah juz I hal. 43 sebagaimana dituduhkan di atas redaksinya sebagai berikut;

هذه هي الأمور التي يجب الإيمان بها وهي خمسة أمور: الإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن أيضا بالقضاء والقدر ولا يطلق الإيمان بالإسلام على الشخص ولا يعتبر مسلما إلا إذا آمن بهذه الخمسة جميعها وآمن بالقضاء والقدر…
“Ini adalah sejumlah perkara yang wajib diimani, yaitu lima perkara: Iman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan juga beriman kepada Qadha dan Qadar. Dan tidak dikatakan Iman kepada Islam atas seseorang dan tidak pula ia dianggap sebagai muslim, kecuali ketika ia telah beriman kepada lima perkara ini, semuanya, dan beriman kepada Qadha dan Qadar…”.

Redaksi itu sebenarnya sama dengan redaksi hadis berikut;
“… قال فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره… رواه مسلم عن عمر رضي الله عنه
“…Jibril berkata: “Terangkan kepadaku tentang Iman!”, Nabi saw bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya…”.HR Muslim dari ‘Umar ra.

Pada hadis ini Nabi saw pertama kali menuturkan lima perkara yang wajib diimani lalu menambah satu lagi dengan mengathafkan kata tu’minu kepada kata tu’minu yang pertama dengan memakai hurf ‘athaf waawu. Ini sama dengan redaksi kitab Shakhshiyyah diatas. Jadi lima ditambah satu sama dengan enam. Coba dimana letak kesalahannya?

Juga di halaman yang lain Syaikh Taqiyyuddin menegaskan;
العقيدة الإسلامية هي الإيمان بالله و ملآئكته و كتبه و رسله واليوم الآخر و بالقضاء والقدر خيرهما شرهما من الله تعالى {الشخصية الإسلامية : ج1، ص: 29}.
“Akidah Islam ialah beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya, hari akhir dan qadha dan qadar di mana baik dan buruknya dari Allah swt”. Dan beliau menegaskan ;

فالإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وبالقضاء والقدر خيرهما وشرهما من الله تعالى هو العقيدة الإسلامية. والإيمان بالجنة والنار والملائكة والشياطين وما شاكل ذلك هو من العقيدة الإسلامية. والأفكار وما يتعلق بها والأخبار وما يتعلق بها من المغيبات التي لا يقع عليها الحس يعتبر من العقيدة {المرجع السابق، ص: 195}.
“Jadi beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya, hari akhir dan qadha dan qadar di mana baik dan buruknya dari Allah swt adalah akidah islamiyyah. Beriman kepada surga, neraka, syetan dlsb. Adalah termasuk akidah Islam. Dan pemikiran-pemikiran dan yang terkait dengannya, dan berita-berita dan yang terkait dengannya dari sejumlah perkara ghaib yang tidak tersentuh oleh indra semuanya tergolong akidah Islam”.

Jadi dalam pandangan Hizbut Tahrir dan Syaikh Taqiyyuddin sudah sangat jelas bahwa rukun iman itu ada enam, tidak dikurangi menjadi lima. Oleh karena itu juga sudah sangat jelas bahwa M Idrus Ramli adalah pendusta yang pandai merekayasa, memitnah dan memprovokasi.
(Abulwafa Romli)

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 27,880 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: