//
you're reading...
Al Khilafah

Pertanyaan Yang Menjebak: Mana Nash Yang Menyebut Wajibnya Khilafah?

Gambar

Sebuah Pertanyaan Yang Menjebak

“Apakah ada nash (teks) Al-Qur’an atau As-Sunnah yang secara jelas menyebut kewajiban mendirikan khilafah?” Pertanyaan seperti ini sebenarnya merupakan jebakkan dan cenderung menyesatkan (misleading). Sang penanya sengaja bertolak dari sebuah fallacy untuk menggiring lawan bicara ke arah pusaran yang sulit diatasi. Bentuk “sesat pikir” yang sengaja ditampilkan adalah bahwa: “Wajibnya khilafah harus dinyatakan oleh nash secara literal. Jika tidak ada nash yang secara literal mewajibkan sesuatu yang bernama khilafah, maka khilafah itu tidak wajib”.

Cara berfikir yang sama pernah diungkap oleh Syaikh Ali Abdur Raziq dalam al-Islam wa Ushulul Hukm. Setelah dia merasa dapat “mematahkan” semua dalil yang digunakan oleh para ulama untuk menyatakan wajibnya khilafah, ulama al-Azhar yang juga seorang hakim di Mahkamah Syar’iyyah ini mengatakan:

“Anda telah mengetahui bahwa al-Kitab al-Karim tidak pernah menyebut khilafah atau sekedar memberi isyarat ke sana, sunnah Nabi saw juga tidak menyinggungnya dan ijma’ juga tidak menetapkannya. Lantas apakah masih tersisa dalil agama selain Kitab, Sunnah dan ijma’?”[1]

Pernyataan sejenis juga diungkapkan oleh tokoh Mesir yang lain, Muhammad Sa’id al-‘Asymawi yang berkata:

“Maka apabila memang khilafah atau imamah atau imarah (atau bentuk pemerintahan apa pun) merupakan suatu hal yang termuat di dalam Akidah Islam, niscaya merupakan suatu hal yang urgen bagi Al-Qur’an untuk memuatnya dalam suatu nash”[2]

Menurut hemat saya, untuk menangani hal semacam ini, kita tidak usah terburu-buru memakan umpannya. Artinya, jangan terpancing untuk segera memenuhi “permintaan” penanya agar menunjukkan nash-nash yang secara tersurat menyatakan wajibnya sesuatu yang bernama khilafah. Yang pertama kali harus kita lakukan adalah merobohkan cara berpikir yang keliru tersebut. Setelah itu, kita harus meletakkan cara berpikir yang benar di atas puing-puing cara berpikir yang keliru tadi. Tahap selanjutnya adalah memberi dalil dan argumentasi wajibnya khilafah atas dasar cara berpikir yang benar.

Secara ringkas, kita bisa mengatakan bahwa wajibnya khilafah bukan hanya ditentukan dari ada/tidaknya nash yang secara lahir menyebut wajibnya sesuatu yang bernama khilafah. Yang lebih penting untuk dilihat adalah: apakah pengertian atau maksud yang terkandung dalam kata khilafah itu ada dan diwajibkan oleh nash-nash syara’ atau tidak?
Khilafah dipahami sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh umat Islam di dunia guna menegakkan hukum-hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Tiga hal yang terkandung dalam pengertian khilafah itu merupakan kewajiban yang disebutkan oleh nash-nash syara’, yakni: kepemimpinan umum atas seluruh kaum muslimin; kepemimpinan guna menegakkan syariah; dan kepemimpinan guna mengemban misi penyebaran Islam. Meski orang mengatakan bahwa khilafah tidak wajib, itu tidak masalah. Yang jelas, apa pun namanya, kepemimpinan umum bagi seluruh umat Islam guna menegakkan syariah dan menyebarkan dakwah itu jelas wajib. Hanya saja, secara syar’i dan tradisi, ia sering disebut dengan istilah khilafah, meski kita tidak wajib terikat dengan nama ini. Kita tidak ingin, masalah khilafah ini tereduksi menjadi sekedar masalah istilah. Pembahasan selengkapnya akan kami paparkan dalam beberapa sub-pembahasan berikut:

Kesimpulan: Ringkasan Jawaban

Berdasarkan apa yang telah diuraikan sebelumnya, saya ingin mengulangi apa yang telah saya singgung di pendahuluan bab ini, bahwa keberadaan kepemimpinan umum atas umat Islam di dunia merupakan perkara yang wajib. Wajib juga bagi umat Islam untuk memiliki kepemimpinan guna menegakkan hukum-hukum Islam. Wajib pula bagi mereka untuk memiliki kepemimpinan guna mengemban misi penyebaran Islam ke seluruh dunia. Ketiga poin tersebut jelas memiliki dalil-dalil yang kuat. Jika ketiga masalah tersebut kita kumpulkan menjadi satu , maka tergambarlah sebuah tuntutan yang jelas.

Terserah anda mau menyebut kepemimpinan semacam itu dengan sebutan apa. Tapi yang jelas, kepemimpinan atas seluruh umat Islam di dunia yang diselenggarakan guna menegakkan hukum-hukum Islam dan menyebarkan Islam keseluruh penjuru dunia ini sejak dahulu –secara syar’i dan konvensional- disebut dengan istilah khilafah. Secara syar’i dan konvensional, kaum muslimin juga menyebutnya dengan istilah al-imamah atau al-imamah al-‘udhma atau al-imamah al-kubra. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah Imaratul mu’minin. Terserah anda mau menyebut dengan sebutan yang mana. Bahkan anda juga boleh menyebutnya dengan istilah istilah kontemporer, seperti “negara Islam” alias ad-Daulah al-Islamiyyah. Menurut An Nabhani, tidak wajib untuk terikat dengan semua istilah ini, yang penting adalah pengertian yang terkandung di dalamnya.[1] Maka kita bisa saja memberinya sebutan lain, asalkan tidak memakai istilah tertentu yang telah memiliki makna khusus yang bertentangan dengan makna khilafah. Kami sering menggunakan istilah khilafah karena istilah inilah yang telah populer sejak lama.

Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyimpulkan bahwa khilafah bukan sebuah konsep sederhana yang bisa dijelaskan lewat sebuah dalil saja. Istilah khilafah mewakili konsep kompleks yang diformulasikan dan dirumuskan dari sekumpulan dalil syara’ (majmu’atul adillah). Wallahu a’lam


[1] An-Nabhani, Nidhamul Hukmi fil Islam (Beirut: Darul Ummah, 2002) hal. 34

[2] Ali Abdur Raziq, al-Islam wa Ushulul Hukmi Bahtsun fil Khilafah wal Hukumah fil Islam (tp: Mathba’ah Mishr, 1925) hal. 33

[3] Al-‘Asymawi, al-Islam as-Siyasiy (Mesir: Mathba’ah Madbuli ash-Shaghir, 1996) hal. 118

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 27,845 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: