//
you're reading...
Kajian Fiqih Islam & Siyasiyah

HT: Jihad Defensif Kewajiban Setiap Muslim [ A ]

Gambar

Dalam kitab berjudul Hizbut Tahrir halaman 44, dinyatakan: “Bahwa Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekuatan fisik untuk mempertahankan dirinya atau untuk melawan penguasa maka hal tersebut merupakan perkara yang tidak berkaitan dengan  jihad. Adapun jihad, maka dia tetap tegak sampai hari kiamat. Apabila terdapat serangan musuh di suatu negeri Islam maka wajib bagi umat Islam yang tinggal di sana untuk menghalau mereka. Syabab Hizbut Tahrir sebagai bagian dari umat Islam yang hidup di negeri tersebut, maka merekapun ikut menanggung kewajiban yang dipikul oleh kaum muslimin di negeri itu untuk melawan musuh karena status mereka sebagai muslim. Dan apabila terdapat pemimpin muslim yang menyelenggarakan jihad untuk meninggikan kalimat Allah, dan meminta bantuan kepada manusia, maka Syabab Hizbut Tahrir memenuhi panggilan tersebut sebagai bagian dari kaum muslimin yang hidup di dalam negeri yang dimintai bantuan itu.”

Terkait dengan kutipan di atas, ada dua hal yang perlu diperhatikan:

Satu: bahwa seorang anggota HT itu tidak hanya mengerjakan aktivitasnya sebagai anggota HT semata. Hal ini dikarenakan tidak seluruh tuntutan syara’ mereka kerjakan dalam kapasitas mereka sebagai anggota HT. Mereka juga bagian dari umat Islam sehingga mereka banyak mengerjakan aktivitas dan kewajiban yang mereka tanggung dalam kapasitas sebagai muslim, tidak ada kaitannya dengan status mereka sebagai anggota HT.

Sebagai organisasi politik, HT tidak didesain sebagai badan pelaksana bagi seluruh hukum syara’. Gerakkan politik seperti HT hanya melaksanakan tugasnya sebagai gerakkan politik saja sebagaimana yang dibebankan oleh syara’ kepadanya, seperti muhasabah bagi penguasa dan mengadopsi kemaslahatan umat lewat pemikiran yang ia sebarkan. Di luar itu, banyak sekali tuntutan syariat Islam yang tidak jatuh kepada gerakkan politik seperti HT, contohnya menegakkan hudud yang hanya bisa dilaksanakan oleh negara.

Ada pula kewajiban yang jatuh kepada person, bukan kepada organisasi politik. Shalat jum’at misalnya. Kewajiban ini jatuh kepada penduduk yang menetap di suatu wilayah. Kewajiban seperti itu tidak perlu diselenggarakan oleh gerakkan politik seperti HT. Maka dari itu, HT selaku organisasi tidak menyelenggarakan shalat jumat. Lain halnya dengan para anggota HT. Mereka adalah person yang merupakan bagian dari kaum muslimin, maka mereka juga wajib menyelenggarakan dan mengikuti sholat jum’at di lingkungan masing-masing bersama kaum muslimin yang lain. Ada di antara syabab yang menjadi makmum, ada yang menjadi mu’adzin, ada pula yang menjadi khatib dan imam di daerahnya. Semua itu bukan amalan HT, melainkan amalan mereka sendiri sebagai muslim. Ini karena shalat jumat merupakan kewajiban yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan status mereka sebagai anggota HT.

Demikian pula dengan kewajiban jihad untuk mempertahankan negeri dari serangan musuh. Kewajiban ini tidak jatuh kepada gerakkan politik seperti HT, namun jatuh kepada muslim selaku pribadi. Maka, para syabab akan melaksanakan kewajiban ini bersama umat islam yang lain di bawah komando para pemimpin perang di daerahnya masing-masing secara bershaf-shaf laksana bangunan yang kokoh (terkoordinir).

Yang kedua. Masalah tahapan dakwah yang dipahami oleh HT bahwa sebelum khilafah tegak tidak ada aktivitas dakwah yang ditempuh melalui aktivitas kekerasan bersenjata, maka masalah ini sama sekali tidak berkaitan dengan hukum wajibnya berjihad untuk mempertahankan suatu negeri muslim dari serangan musuh. Karena, yang dimaksud dengan jihad yang akan dilakukan ketika khilafah telah tegak adalah jihad thalabi atau hujumi, yakni menyerang wilayah Darul Kufur secara ofensif untuk melumpuhkan kekuatan kufur yang akan menghalangi sampainya Islam ke wilayah tersebut. Inilah jihad yang dilakukan oleh pasukkan negara Islam pada masa Rasulullah saw dan para khalifah setelah beliau. Seluruh Jazirah Arab, Syam, Irak, Persia, Mesir, Afrika Utara dan Asia Tengah menjadi bagian dari Darul Islam karena penakluakkan-penaklukkan yang meraka lakukan. Adapun jihad difa’i (defensif) maka pelaksanaannya tidak membutuhkan khilafah. Jihad ini harus dilakukan setiap kali ada serangan musuh terhadap negeri-negeri Islam, entah khilafah sudah tegak maupun belum. Jihad untuk mempertahankan negeri dari serangan musuh hukumnya wajib bagi setiap person yang ada di dalam negeri tersebut. Dan tidak ada aturan dalam syariat agama ini bahwa para anggota gerakkan politik harus berjihad di bawah bendera gerakkan politik masing-masing.

Ustadz Titok Priastomo

Iklan

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 34,102 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Melahirkan Anak Shalih dengan Keteladanan, Perhatian dan Kasih Sayang Mei 28, 2017
    Detikislam.com | Portal Berita Islam. Seorang lelaki yang kini sudah menjadi seorang pengusaha sukses, bercerita bahwa kehidupannya sangat bersahaja ketika kecil. Ia lahir dalam sebuah keluarga sederhana yang menggantungkan penghidupan dari gaji pegawai. Kehidupan pas-pasan dengan empat orang saudara, membuatnya berpikir bahwa kebahagiaan terletak pada kekay […]
  • Ramadhan : Bangkitnya Kekuatan Global Islam Mei 27, 2017
    Kota Istambul dahulunya ibukota Konstatinopel yang menjadi pusat kekuasaan Salibis, dan jantung Eropa, kemudian ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat terkenal itu. Entah berapa banyak penguasa Islam, berusaha menaklukan Konstatinopel, tetapi selalu gagal. Baru di zamannya Sultan Mohamad Al-Fatih, yang sangat  brilian dan ahli strategi perang, […]
  • Perampok Freeport ingin Kontrak Diperpanjang Hingga 2041 Mei 27, 2017
    PT Freeport Indonesia meminta kontrak kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengeksploitasi tambang tembaga dan emas di Papua diperpanjang lagi dari 2021 hingga 2041. Berdasarkan Kontrak Karya II yang diteken tahun 1991, Kontrak Freeport hanya sampai tahun 2021. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto mengatakan Freeport sudah mere […]
  • Di Jakarta, Hilal Terlihat Di Cakung dan Cilincing, Pemerintah Mengabaikan! Lebih hebat dari Nabi? Mei 25, 2017
    DetikIslam.com. JAKARTA  – Kamis petang  Tim rukyatul-hilal di Cakung dan di Cilincing yang biasa dari tahun ke tahun memantau hilal dikabarkan sudah melihat hilal. Di Cakung hilal terlihat sekitar 3,5 derajat dan di Cilincing dengan posisi 4 derajat. Sesungguhnya di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, manakala sudah ada seseorang yang berhasil mel […]
  • Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut Mei 23, 2017
    Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). Datangnya Kematian Menurut Al Quran : Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri ma […]
  • Akhirnya Ulama Saudi Berani Kritik Keluarga Kerajaan Secara Terbuka Mei 23, 2017
    Akhirnya ulama Saudi berani juga mengkritik keluarga kerajaan. Kritikan secara langsung dan terbuka yang dilakukan ulama Saudi kepada keluarga kerajaan termasuk tidak lazim di negri yang mengklaim paling Sunnah itu. Kritikan yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Ahmad seorang profesor di departemen hukum Islam Universitas Al Imam yang juga merupakan pegawai pemer […]
  • 85 Tahun Umat Islam Hidup Bak Gelandangan Tanpa Rumah Mei 23, 2017
    Oleh : Ihsan Tandjung Tidak banyak muslim yang tahu bahwa 85 tahun yang lalu telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat mempengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam di seantero dunia. Persisnya pada tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Agung yang berada di Turki menyetujui tiga buah Undang-Undang yaitu: (1) menghapuskan kekhalifahan, (2) menurunkan khalifah […]
  • Menyambut Sang Penjajah dengan Bangga Mei 23, 2017
    Ada yang masygul dalam benak kita; mengapa pejabat di negeri ini begitu suka cita menyambut kedatangan Hillary Clinton, Menlu AS yang baru, yang datang ke Indonesia tanggal 18-19 Pebruari 2009? Sampai Mensesneg Hatta Rajasa di Kantor Setneg, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (5/2/2008) menyatakan, “Indonesia masuk dalam radar negara-negara besar yang patut diperhi […]
  • Zionisme Israel, Imperialisme Barat dan Terorisme Keduanya Mei 23, 2017
    Zionisme Israel Sebelum berbicara mengenai Zionisme Israel, kita harus memahami terlebih dulu hubungan antara Yahudi dan Zionisme. Dari apa yang dinyatakan Roger Geraudy dalam The Case of Israel-nya, ada isyarat bahwa ketika berbicara mengenai Yahudi, hal itu terkait dengan: (1) Yahudi sebagai agama; (2) Yahudi sebagai sebuah bangsa; (3) Yahudi sebagai ketur […]
  • KDS Sebar 1.000 Kondom dan Brosur Tentang HIV/AIDS Mei 23, 2017
    Kelompok dukungan sebaya (KDS) Jepara Plus yang peduli pada HIV/AIDS di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin, menyebarkan sekitar 1.000 kondom dan brosur mengenai penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia ke masyarakat luas dalam peringatan Hari HIV/AIDS sedunia 1 Desember 2008. Ketua KDS Jepara Plus, Faizin, di Jepara, Senin, mengatakan, aksi simpatik […]

%d blogger menyukai ini: