//
you're reading...
Al Khilafah

Adakah Kewajiban Untuk Membentuk Kepemimpinan Guna Menegakkan Hukum Islam?

Saya rasa kita tidak perlu masuk dalam perdebatan apakah hukum Islam itu wajib ditegakkan atau tidak, karena masalah ini memang tidak pernah diperselisihkan oleh orang-orang yang benar-benar beriman. Yang perlu kita persoalkan di sini adalah: apakah benar Islam mewajibkan adanya kepemimpinan politik guna menegakkan hukum-hukum Islam tersebut? Dengan kata lain, apakah pelaksanaan Syariah Islam membutuhkan formalisasi lewat keberadaan kepemimpinan politik ataukah syariah itu cukup diamalkan secara informal oleh masing-masing individu? Untuk menjawabnya, saya merasa cukup meminjam ungkapan beberapa ulama berikut.

Abdul Qahir al-Baghdadi menulis:

“bahwasannya kaum muslimin harus memiliki seorang imam yang menerapkan hukum-hukum mereka, menegakkan hukum hudud mereka, mengerahkan pasukan mereka, menikahkan mereka yang tidak punya wali serta mendistribusikan fai’ di antara mereka.”[1]

An-Nasafi dalam kitab akidahnya menyatakan:

“Kaum muslimin harus memiliki imam yang bertugas untuk menerapkan hukum-hukum mereka, menegakkan aturan hudud mereka, menjaga perbatasan mereka, mengerahkan bala-tentara mereka, mengambil zakat mereka, menundukkan para perampas, pencuri dan pembegal jalanan, melaksanakan shalat jum’at dan hari-hari raya, menyelesaikan persengketaan dan perkelahian di antara manusia, menerima persaksian demi menegakkan hak, menikahkan orang yang tidak punya wali, membagikan ghonimah serta perkara-perkara semisal yang tidak bisa ditangani oleh perorangan”.[2]

An Nawawi menyatakan:

“Umat harus memiliki seorang imam yang menegakkan agama, membela sunnah, memberi keadilan kepada orang yang terdzalimi, mengambil hak-hak (harta) kemudian meletakkannya di tempat yang benar”.[3]

At-Taftazani, dalam syarahnya terhadap al-Maqashid, menyatakan:

“sesungguhnya Asy-Syari’ telah memerintahkan untuk menegakkan hudud, menjaga perbatasan, menyiapkan pasukan untuk berjihad, berbagai perkara yang berkaitan dengan penjagaan aturan dan penjagaan wilayah Islam, itu semua merupakan perkara-perkara yang tidak bisa terlaksana secara sempurna kecuali dengan keberadaan Imam. Dan setiap perkara yang ketiadaannya membuat kewajiban mutlak tidak terlaksana -sementara dia mampu diusahakan- maka perkara itu menjadi wajib.”[4]

Semua pernyataan ulama di atas bertemu dalam satu titik, yakni bahwa wajib adanya kepemimpinan untuk menegakkan hukum-hukum Islam, dimana hukum-hukum tersebut bukan menjadi kapasitas individu untuk melaksanakannya. Yang demikian itu karena, “Syariah datang membawa hukum-hukum yang tidak bisa ditangani kecuali oleh seorang Imam, atau jajaran pemerintah yang mewakilinya, seperti menegakkan hudud”.[5] Bahkan, dari nada ungkapan mereka, jelas bahwa adanya kepemimpinan merupakan conditio sine quanone (syarat mutlak) bagi tegaknya hukum-hukum Islam secara sempurna. Ini sesuai dengan kaidah ushul yang menyatakan, “Segala sesuatu yang kewajiban tidak dapat sempurna tanpa keberadaannya, maka keberadaan sesuatu itu hukumnya wajib” (maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajibun[6]).

Dengan demikian, dalil perlunya kepemimpinan untuk menegakkan hukum-hukum Islam itu kembali kepada semua nash yang mewajibkan perkara-perkara yang tidak akan bisa terlaksana tanpa keberadaan institusi kepemimpinan. Contohnya adalah ayat-ayat dan hadits-hadits tentang sanksi hudud, sanksi jinayat, jihad, peradilan, penarikkan jizyah dan masih banyak lagi. Keberadaan hukum-hukum yang semacam itu adalah fakta, dan bahwa hukum-hukum tersebut tidak dapat dilaksanakan kecuali oleh negara juga merupakan fakta.

Dengan ini, ke-syar’i-an poin ke dua dalam definisi konsep khilafah menjadi jelas. Syariat benar-benar telah menjadikan kepemimpinan negara sebagai perangkat yang wajib ada dalam rangka menegakkan hukum-hukum Islam di tengah kehidupan manusia.


[1] Abdul Qohir Al Baghdadi, Ushulud Din (Istambul: Mathba’ah ad-Daulah, 1928) h. 271

[2] Dalam At-Taftazani, Syarh al-’Aqa’id an-Nasafiyah (Kairo: Maktabah al-Kuliyat al-Azhariyah, 1988) h. 97

[3] An Nawawi, Raudhah ath-Thalibin, Juz VII (Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyah, 2003) h. 263

[4] At-Taftazani, Syarhul Maqashid, jilid V (Beirut: ‘Alamul Kutub, 1998) hal. 236

[5] Al-Baghdadi, op. cit., hal. 272

[6]

Bersambung Ke : https://hamdanifirdaus.wordpress.com/2013/05/08/adakah-kewajiban-untuk-membentuk-kepemimpinan-guna-menyebarkan-dakwah-islam/

Iklan

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 33,431 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Melahirkan Anak Shalih dengan Keteladanan, Perhatian dan Kasih Sayang Mei 28, 2017
    Detikislam.com | Portal Berita Islam. Seorang lelaki yang kini sudah menjadi seorang pengusaha sukses, bercerita bahwa kehidupannya sangat bersahaja ketika kecil. Ia lahir dalam sebuah keluarga sederhana yang menggantungkan penghidupan dari gaji pegawai. Kehidupan pas-pasan dengan empat orang saudara, membuatnya berpikir bahwa kebahagiaan terletak pada kekay […]
  • Ramadhan : Bangkitnya Kekuatan Global Islam Mei 27, 2017
    Kota Istambul dahulunya ibukota Konstatinopel yang menjadi pusat kekuasaan Salibis, dan jantung Eropa, kemudian ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat terkenal itu. Entah berapa banyak penguasa Islam, berusaha menaklukan Konstatinopel, tetapi selalu gagal. Baru di zamannya Sultan Mohamad Al-Fatih, yang sangat  brilian dan ahli strategi perang, […]
  • Perampok Freeport ingin Kontrak Diperpanjang Hingga 2041 Mei 27, 2017
    PT Freeport Indonesia meminta kontrak kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengeksploitasi tambang tembaga dan emas di Papua diperpanjang lagi dari 2021 hingga 2041. Berdasarkan Kontrak Karya II yang diteken tahun 1991, Kontrak Freeport hanya sampai tahun 2021. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto mengatakan Freeport sudah mere […]
  • Di Jakarta, Hilal Terlihat Di Cakung dan Cilincing, Pemerintah Mengabaikan! Lebih hebat dari Nabi? Mei 25, 2017
    DetikIslam.com. JAKARTA  – Kamis petang  Tim rukyatul-hilal di Cakung dan di Cilincing yang biasa dari tahun ke tahun memantau hilal dikabarkan sudah melihat hilal. Di Cakung hilal terlihat sekitar 3,5 derajat dan di Cilincing dengan posisi 4 derajat. Sesungguhnya di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, manakala sudah ada seseorang yang berhasil mel […]
  • Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut Mei 23, 2017
    Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). Datangnya Kematian Menurut Al Quran : Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri ma […]
  • Akhirnya Ulama Saudi Berani Kritik Keluarga Kerajaan Secara Terbuka Mei 23, 2017
    Akhirnya ulama Saudi berani juga mengkritik keluarga kerajaan. Kritikan secara langsung dan terbuka yang dilakukan ulama Saudi kepada keluarga kerajaan termasuk tidak lazim di negri yang mengklaim paling Sunnah itu. Kritikan yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Ahmad seorang profesor di departemen hukum Islam Universitas Al Imam yang juga merupakan pegawai pemer […]
  • 85 Tahun Umat Islam Hidup Bak Gelandangan Tanpa Rumah Mei 23, 2017
    Oleh : Ihsan Tandjung Tidak banyak muslim yang tahu bahwa 85 tahun yang lalu telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat mempengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam di seantero dunia. Persisnya pada tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Agung yang berada di Turki menyetujui tiga buah Undang-Undang yaitu: (1) menghapuskan kekhalifahan, (2) menurunkan khalifah […]
  • Menyambut Sang Penjajah dengan Bangga Mei 23, 2017
    Ada yang masygul dalam benak kita; mengapa pejabat di negeri ini begitu suka cita menyambut kedatangan Hillary Clinton, Menlu AS yang baru, yang datang ke Indonesia tanggal 18-19 Pebruari 2009? Sampai Mensesneg Hatta Rajasa di Kantor Setneg, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (5/2/2008) menyatakan, “Indonesia masuk dalam radar negara-negara besar yang patut diperhi […]
  • Zionisme Israel, Imperialisme Barat dan Terorisme Keduanya Mei 23, 2017
    Zionisme Israel Sebelum berbicara mengenai Zionisme Israel, kita harus memahami terlebih dulu hubungan antara Yahudi dan Zionisme. Dari apa yang dinyatakan Roger Geraudy dalam The Case of Israel-nya, ada isyarat bahwa ketika berbicara mengenai Yahudi, hal itu terkait dengan: (1) Yahudi sebagai agama; (2) Yahudi sebagai sebuah bangsa; (3) Yahudi sebagai ketur […]
  • KDS Sebar 1.000 Kondom dan Brosur Tentang HIV/AIDS Mei 23, 2017
    Kelompok dukungan sebaya (KDS) Jepara Plus yang peduli pada HIV/AIDS di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin, menyebarkan sekitar 1.000 kondom dan brosur mengenai penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia ke masyarakat luas dalam peringatan Hari HIV/AIDS sedunia 1 Desember 2008. Ketua KDS Jepara Plus, Faizin, di Jepara, Senin, mengatakan, aksi simpatik […]

%d blogger menyukai ini: