//
you're reading...
Hitam-Putih Demokrasi

ILUSI DEMOKRASI

GambarDemokrasi suatu sistem pemerintahan yang saat ini ‘digandrungi’ berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kebanyakan masyarakat menganggap bahwa demokrasi adalah sistem terbaik untuk diterapkan di negeri ini. Apakah faktanya memang begitu? Padahal banyak sekali ilusi yang ada didalam demokrasi.

Dalam demokrasi kedaulatan berada di tangan rakyat. Pelaksanaannya, rakyat memilih para wakilnya untuk duduk dalam parlemen. Para wakil rakyat ini yang diberikan hak legislatif untuk membuat peraturan perundangan. Asumsinya para wakil rakyat yang terpilih yang akan mewakili semua rakyat untuk membuat hukum. Sehingga dianggap bahwa hukum lahir dari rakyat. Tapi faktanya kedaulatan hanya berada di tangan para anggota parlemen. Sebab merekalah yang membuat UU dan hukum lain bukan rakyat. Rakyat hanya dimanipulasi untuk tetap beranggapan bahwa kedaulatan tetap berada di tangan mereka.

Disamping itu demokrasi erat kaitannya dengan dana yang besar. Salah satu contohnya di setiap pergantian pemimpin dibutuhkan pesta demokrasi yang sangat mahal. Sehingga para calon yang duduk dalam parlemen harus menyiapkan dana yang banyak untuk kampanye dan keperluan yang lain. Darimana didapatkan dana tersebut? Ada yang sedikit dari kantong sendiri dan sebagian besar dari kantong para pengusaha (pemilik modal). Hal ini berdampak pada lahirnya peraturan perundangan yang memihak pada para pemilik modal. Fakta riil nya kedaulatan ada di tangan para elit dan pemilik modal bukan ditangan rakyat.
Demokrasi sering di katakan akan melahirkan kekuasaan mayoritas masyarakat. Karena yang mendapat suara terbanyak dari masyarakat akan menjadi penguasa. Namun faktanya di indonesia pada pilpers 2009 lalu, angka golput mencapai 28,89%. Pasangan SBY- Boediono mendapat 60,8% dari suara sah, atau hanya 43,18% dari total pemilik hak pilih. Itu artinya, kekuasaan SBY-Boediono juga belum bisa di sebut kekuasaan mayoritas. Sehingga kekuasaan mayoritas dalam demokrasi hanyalah sebuah ilusi belaka.
Disamping itu, perundangan pemerintah yang lebih cenderung menguntungkan para pemilik modal atau kelompok kaya mengakibatkan ketimpangan distribusi kekayaan. Di indonesia, kesenjangan antara yang kaya dan miskin terjadi. Total pendapatan 20% masyarakat terkaya naik dari 42,07% (2004) menjadi 48,42% (2011). Sebaliknya total pendapatan 40% masyarakat termiskin turun dari 20,8% (2004) menjadi 16,85% (2011). Kekayaan 40 ribu orang terkaya Indonesia sebesar Rp 680 Triliun setara dengan 10,33% PDB, atau setara dengan kekayaan 60% penduduk atau 140 juta orang. Jumlah orang miskin di negeri ini dengan standar BPS juga masih 29 juta orang. Semua itu menunjukkan bahwa demokrasi akan berpihak kepada rakyat dan memberikan kesejahteraan pada semua rakyat nyatanya hanyalah sebuah ilusi belaka.
Demokrasi adalah sistem buatan manusia yang mengenyampingkan dan mencampakkan hukum Allah. Sedangkan Allah memerintahkan kita untuk berhukum dengan hukum Allah saja bukan dengan hukum yang bukan berasal dari Islam.
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-Maidah:50).
Oleh karena itu sebagai gantinya kita harus sesegera mungkin menerapkan sistem islam dalam bingkai khilafah. Kita selaku umat muslim harus senantiasa istiqomah dalam memperjuangkan penerapan syari’ah islam dalam bingkai khilafah.
Wallahu’alam bi ash-shawab.

Oleh : Nini Nana (Aktivis MHTI)

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 27,880 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: