//
you're reading...
Kajian Fiqih Islam & Siyasiyah

Dapatkah Hadits Ijaroh Di Qiyashkan sebagai dalil untuk Mengangkat Caleg Non Muslim.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Di dalam tulisan Ustadz Farid Nu’man yang berjudul “Caleg Non Muslim di daerah Non Muslim:
http://www.dakwatuna.com/2013/04/24/32091/caleg-non-muslim-di-daerah-minoritas-muslim/#axzz2ThCZ14x2

DImana beliau menggunakan dalil hadist riwayat Imam Bukhari di dalam Bab Ijaroh (Upahan). Dalam hal ini, penulis ingin menjelaskan hadist tersebut melalui penjelasan Imam Ibnu Hajar Al Asqalany rahimahullah di dalam Kitab Fathul Bari secara utuh, agar kita memahami maksud dan tujuan serta penjelasan Ulama di dalamnya.
——————–
BAB IJAROH KEPADA KAUM MUSYRIKIN PADA KONDISI DARURAT, ATAU JIKA TIDAK ADA ORANG ISLAM, DAN NABI SHALALLAAHU ‘ALAIHI WA SALAM MEMPERKEJAKAN YAHUDI KHAYBAR

Hadist no. 2263
Diriwayatkan kepadaku dari Ibrahim bin Musa, dikhabarkan dari Hisyam dari ma’mar dari Zuhri dari ‘Urwah bin Zubair dari Aisyah radhiyallaahu anha:
Nabi Shalallaahu “alaihi wa salam dan Abu Bakar Radhiyallaahu anhu (memperkerjakan) kepada seorang laki Bani Ad-Dail, dan dari bani Abdi bin Adii seorang pemandu (guide) yang berpengalaman -(yaitu seorang yang mahir dengan jalan hidayah)-yang sesungguhnya ia terikat pada sumpah didalam perjanjian dengan Ali-‘Aash ibnu Wail- dan laki-laki tersebut adalah seorang beragama kafir Qurays, maka (Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa salam dan Abu Bakar radhiyallaahu anhu) mempercayai laki-laki tersebut, maka laki-laki tersebut membantu memberangkatkan di perjalanan mereka berdua, dan mengatur pertemuan (di persembunyian mereka) di gua Tsaur setelah 3 malam. Maka, laki-laki tersebut tiba pagi hari pada malam yang ketiga dan kemudian keluar (bersama Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa salam dan Abu Bakar Rdhiyallaahu anhu), kemudian pergi kepada Amir bin Fuhairah. Lalu pemandu (guide) laki-laki bani Ad-Dail tersebut mengambil jalan bawah mekah yang merupakan jalan melalui pantai.

Syarah hadist:
قوله:
باستءجار المشركينعندالضرورة، أولميوجدأهل الإسلام، و عامل النبى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يهود خيبر

Hal ini adalah pengertian syarat dari penulis kitab (mushonif) yang memahami bahwa ketiadaan ijaroh kepada orang musyrik yang memerangi, atau kepada orang kafir dzimmi, kecuali pada kondisi darurat, kecuali jarang dilakukan. Untuk hal yang tiada alternatif lain, Kaum muslimin memenuhi dengan cara demikian (Ijaroh dengan kafir).
Dan sungguh terdapat hadist yang diriwayatkan dari abdur-rozak dari Ibnu Juraik dari Ibnu Syihab yang menyatakan:
“tidak terdapat pada Nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam pekerja yang bekerja menanam bibit dan bercocok tanam di khaibar, maka Nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam mengajak yahudi khaibar (bercocok tanam) dan membayar mereka.”[Al Hadist]
Dan dinyatakan di kisah MUAMALAH nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam kepada yahudi khaybar dalam urusan bercocok tanam dan ijaroh dengannya, dan sebuah dalil dimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bekerjasama dengan orang musyrik pada kondisi awal hijrah, pada hal demikian perlu dipertimbangkan.
Dan sesungguhnya tidak ada di dalamnya ketetapan yang bermaksud dari menghalangi ijaroh kepada mereka. Dan dari hadist yang berhubungan dengan hal ini, yaitu perkataan Nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam:
“Sesungguhnya kami tidak meminta pertolongan dari kaum musyrik” Dikeluarkan oleh Muslim dan ashabus-sunan (sunanul Abu Dawud – Ibno Maja – Tirmidhiy).
Maka, hadist tersebut bertentangan dengan dalil diantara yang dikhabarkan. Berkata Ibnu Bathal: “Umumnya, Fuqoha memperbolehkan ijaroh dengan orang kafir dalam kondisi darurat dan selain darurat, yaitu pada kondisi yang didalamnya merendahkan mereka (kaum musyrik atau orang kafir). Dan sesungguhnya tiada ijaroh kepada kaum muslimin sendiri ketimbang orang musyrik, yaitu pada kondisi didalamnya bersifat merendahkan kaum muslimin. Selesai.
Dan hadist MUAMALAH ahlul khaybar yang datang pada atau dikeluarkan di kitab al AL Ijaroh, Bab 37, No. 2285 adalah berhubungan dengan hadist ini.

Dan makna dari perkataan:
إدالميوجس أحلُ لإسلام
Yaitu pada apa yang diriwayatkan dari Abu Dawud dari jalan Hammad bin Salamah dari Ubaidillah bin Umar dari ibnu umar:
“Nabi shalallaahu alaihi wa salam memerangi ahlul-Khaybar” Maka sebuah hadist menyebutkan dan mengatakan didalamnya:”Maka Nabi shalallaahu ‘alaihi wasalam ingin untuk memindahkan mereka (yahudi ahlul khaybar tersebut), maka mereka berkata: Ya Muhammad (shalallaahu ‘alaihi wasalam) ajaklah kami bekerja di tanah (khaybar) ini, bagi kami bagian (keuntungan), bagi kamu bagian (keuntungan).”[AL Hadist]
Dan sesungguhnya jawaban mereka kepada yang demikian, diketahui bahwa mereka sangat sesuai dengan tanah mereka sendiri(di Khaybar) daripada selain mereka.
Dan hadist tersebut sebagai suatu dalil yang datang dari suatu perkataan yang lebih akhir daripada saat awal hijrah (Insha Allah ta’ala) dan dikatakan di awal hadist ( استأجر) dan datang di dalam riwayat al asiili dan abi waqti:”(واستأجر) dengan tambahan waw (و) itu adalah memperkuat pada asalnya pada hadist panjang itu sendiri. Yang merupakan kisah yang lebih akhir daripada kisah sebelumnya (saat awal hijrah). Dan sesungguhnya di barisan belakang pengarang kitab memaknai setelahnya dengan sanad berikutnya yang panjang. Dan disana datang dengan (فاستأجر) dengan huruf fa(ف). Dan terdapat ketidak-jelasan dari pernyataan dimana pengarang kitab menambahkan sebuah huruf waw (و) dimaksudkan untuk mengingatkan kepada yang mengambil sebagian ketetapan dari hadist ini.

Dan perkataan (هاديًا) (seorang guide) ditambahkan oleh Kasimiihanii didalam riwayatnya (خرّيتًا)(berpengalaman) dan itu merupakan sebagian yang terkait dengan bahasa dan tasydid pada huruf ra (ر) setelahnya ditujukan untuk menetapkan kemudian menggandakannya.[Penulis tidak begitu memahami kalimat ini]

Dan perkataan (لماهربالحداية) (Mahir dengan hidayah) dan juga datang dari riwayat hadist tersebut. dan hal tersebut termasuk dari perkataan Az-Zuhrii sebagaimana dia tunjukan disini, dan mengatakan adanya perbedaan didalam penamaan Hidayah yang disebutkan. Dan didalam hadist, Ijaroh antara kaum muslimin dengan orang kafir dengan maksud jalan hidayah apabila orang kafir tersebut dapat dipercaya.
——————–

Maka, dari syarah ini dapat diambil hikmah, bahwa:
1) Hadist ini berbicara tentang bab MUAMALAH, bukan BAB WILAYATUL-HUKM (Kekuasaan pemerintah).
Permasalahan caleg atau pejabat non-muslim seharusnya masuk di dalam BAB WILAYATUL-HUKM, bukan bab MUAMALAH.

2) Ijaroh kepada orang kafir harbi adalah dilarang, dan kepada Kafir Dzimmi juga tidak dilakukan karena Ikhtiyath (kehati-hatian) atau tidak boleh sering dilakukan.
Saat ini tidak ada Kafir Dzimmiy, karena tidak ada Daulah Khilafah Islam. Indikasinya adalah tidak ada penerapan Jizyah.

3) Ijaroh saat awal hijrah oleh Nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam dimaksudkan pada kondisi darurat dan tiada orang Islam di dalamnya.
Muslim di Papua ada 583.628 jiwa artinya masih banyak orang Islam, bukan tidak ada ahlul Islam. Bahkan, alhamdulillah Muktamar Khilafah berhasil mendatangkan 900 peserta.
Sumber:
http://www.fimadani.com/islamisasi-vs-kristenisasi-di-papua-ada-apa/
http://hizbut-tahrir.or.id/2013/05/17/serbi-serbi-di-seputaran-muktamar-khilafah-2013-papua/

4) Ibnu Bathal menyatakan bahwa ijaroh tersebut boleh dilakukan di dalam kondisi tidak darurat, dimana dengan maksud merendahkan kaum musyrikin.
Menjadi anggota legislatif atau pejabat bagi non muslim tidak bermaksud merendahkan, justeru yang terjadi adalah membuka peluang misionaris.

Maka, argumen beliau ( Ustadz Farid Nu’man) adalah diluar tujuan dari hadist ini. Allaahu A’lam bi-ash-showwab.

Wassalammu’alaikum.

Disampaikan di dalam kajian Rutin PRIMA, Ahad 12 Mei 2013

Tribute to: Guru-guru saya yang membantu menterjemahkan syarah hadist ini, Semoga Allah subhana wa Ta’ala Memaafkan kesalahan saya dan membalas yang lebih baik kepada mereka berdua, aamiien. Mohon maaf jika ada kekeliruan penulis.

Penulis,

Al Faqir
Abu Nabila

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 27,880 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: