//
you're reading...
Al Khilafah

Jawab Soal Seputar Urgensi Metode Penegakan Khilafah Antara Dakwah & Jihad-2

Gambar Oleh : Ust Agus Trisa

Jika dakwah adalah metode untuk menegakkan khilafah Islam. Lantas, apakah prosesinya juga akan selalu berjalan mulus atau normal? Ataukah ada kemungkinan terjadi kudeta militer?

KOMENTAR:

Pertama, harus dipahami bahwa politik adalah fanul mumkin, yaitu seni atau teknik untuk meraih sesuatu yang mungkin terjadi. Artinya, politik itu selalu dipenuhi dengan berbagai kemungkinan-kemungkinan. Bahkan kadang-kadang kemungkinan-kemungkinan itu tidak terduga. Termasuk di dalamnya adalah kemugkinan digunakannya jalan kekerasan dalam istilamul hukmi.

Berkaitan dengan prosesi pengambilalihan kekuasaan, bisa dilakukan dengan cara-cara yang biasa atau tidak biasa. Langkah menuju berdirinya negara khilafah mirip dengan kasus seorang ibu yang hamil sembilan bulan dan mau melahirkan. Tinggal bagaimana proses kelahiran itu akan dilalui. Apakah dengan cara normal ataukah dengan cara yang lain (di luar cara normal seperti sesar atau dipaksa)? Jika dilalui dengan cara yang tidak normal, bisa jadi justru hal itu akan membahayakan si ibu sendiri dan bayinya. Untuk itulah, sebelum bayi itu lahir, si ibu harus memiliki kondisi yang sehat, cukup asupan gizi, dan lain-lain agar proses kelahiran anak berlangsung normal dan lancar, serta anak yang lahir kelak juga menjadi anak yang sehat.

Demikian pula negara khilafah. Sebuah negara khilafah yang normal, tentu rakyatnya harus memiliki mafahim (pemahaman/konsepsi), maqayis (standar halal-haram), dan qanaat (keyakinan) yang berangkat dari ideologi Islam. Sebab, ketiga unsur itulah yang ada dalam setiap otak manusia (rakyat). Jika rakyat tidak pernah dipahamkan dan dipersiapkan semaksimal mungkin menuju tegaknya negara khilafah maka Islam tidak akan menjadi mafaahim, maqayis, dan qanaat masyarakat yang akan terbentuk. Oleh karena itu, negara khilafah yang kelak berdiri juga bisa tegak dengan cara normal, yaitu ketika rakyat sudah menjadikan Islam sebagai mafaahim, maqayis, dan qanaat dalam kehidupan mereka. Jika rakyat sudah seperti itu, maka rakyat segera memberikan kekuasaan kepada kaum muslimin untuk menegakkan ideologi Islam. Sebab, hakikatnya kekuasaan itu berada di tangan umat. Jadi, umat harus benar-benar dipersiapkan untuk tegaknya sebuah negara khilafah, secara normal. Sebab, layaknya analogi di atas, jika tegaknya negara khilafah tidak dengan cara yang normal maka hal itu berbahaya, baik bagi umat maupun bagi negara khilafah itu sendiri.

Ingat, unsur mendasar sebuah negara bukanlah bentuk pemerintahannya, struktur negaranya, atau istana negaranya. Tetapi unsur terpenting dari sebuah negara adalah rakyat. Dan rakyat adalah orang yang mengemban suatu pemahaman tertentu di dalam otaknya. Inilah yang harus diurusi. Maka jika ingin menegakkan negara Islam, tidak lain adalah dengan proses penyadaran masyarakat (dakwah), dengan mengubah pemahaman masyarakat, yang sebelumnya tidak Islami menjadi pemahaman yang Islami. Jadi, menegakkan negara Islam itu tidak dengan jalan menghancurkan organ-organ fisik negara seperti menghancurkan/menduduki istana negara, membunuh presiden, memerangi lembaga-lembaga kenegaraan. Ini namanya mengabaikan masalah pokok dalam bernegara.

Namun demikian, sebagai sebuah uslub, diperbolehkan melakukan operasi sesar kepada si ibu, dalam rangka menyelamatkan bayi yang akan dilahirkannya. Artinya, jika memang ada permasalahan-permasalahan yang mengancam keselamatan sang bayi, dan tidak ada cara lain selain sesar, maka sesar harus ditempuh. Dalam konteks politik, diperbolehkan para ahlul quwwah (pemilik kekuatan) melakukan operasi sesar, yaitu dengan “memaksa” rezim lama untuk turun, dengan kekuatan militer. Hal ini bisa dilakukan, yaitu ketika ahlul quwwah merasa bahwa “sebaiknya dilakukan operasi sesar”.

Jadi, adanya perosesi revolusi militer atau tidak, itu melihat situasi dan kondisi. Ahlul quwwah yang mengawal istilamul hukmi diperbolehkan menempuh jalan kekerasan jika memang kondisi menuntut demikian. Hal ini telah diperbolehkan oleh syara’.

Ketika ahlul quwwah dari Madinah yang telah membaiat Nabi saw. di Bukit ‘Aqabah menyatakan kesiapannya untuk mengangkat senjata, dengan tegas Nabi saw. menolaknya. ‘Abbas bin ‘Ubadah berkata:

“Demi Zat Yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika Anda berkenan, kami pasti besok akan berangkat menemui penduduk Mina dengan menghunus pedang-pedang kami.” Nabi saw. bersabda, “Kita belum diperintahkan untuk itu. Kembalilah kalian ke tunggangan kalian.”

Hadis di atas menjelaskan makna bahwa penggunaan aktivitas militer, tetap bisa dilakukan jika memang kondisinya menuntut untuk itu. Bahkan kaum Anshar sendirilah yang menawarkan untuk mengawal istilamul hukmi itu dengan kekerasa. Tetapi Rasulullah saw. menolak dengan alasan, “Kita belum diperintahkan untuk itu.”

Mungkin ada yang bertanya, “Bukankah konteks hadis ini terkait dengan jihad, dan hukum jihad pada waktu itu memang belum diturunkan, tetapi sekarang berbeda, karena hukum jihad sudah diturunkan?” Memang benar, saat ini hukum jihad sudah diturunkan dan lengkap, tetapi jihad adalah berperang melawan kaum kafir dalam rangka menjunjung tinggi kalimah Allah. Adapun para penguasa yang berkuasa di negeri Islam saat ini yang hendak mereka perangi jelas-jelas adalah Muslim, terlepas dari statusnya zalim atau fasik. Karena itu, hukum jihad (dalam arti perang) melawan penguasa ini jelas tidak relevan.

Oleh karena itu, negara Islam tidak lain akan tegak dengan jalan dakwah. Inilah satu-satunya jalan membentuk masyarakat Islam. Bukan dengan jalan kekerasan atau jalan jihad.

Wallahu a’lam.

Iklan

About hamdanifirdaus

Lahir Paninjauan 10 September 1987 Anak dari pasangan Dalimi St. Budiman Dan Resnawati

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seruan Al-syam

  • 32,934 hits

MENGENAL HIZBUT TAHRIR

Film Ilamata 2013 Menuju Muktamar Khilafah 2013

HIZBUT TAHRIR PUSAT

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

MEDIA OFFICE HIZBUT TAHRIR

RSS Detik Islam

  • Melahirkan Anak Shalih dengan Keteladanan, Perhatian dan Kasih Sayang Mei 28, 2017
    Detikislam.com | Portal Berita Islam. Seorang lelaki yang kini sudah menjadi seorang pengusaha sukses, bercerita bahwa kehidupannya sangat bersahaja ketika kecil. Ia lahir dalam sebuah keluarga sederhana yang menggantungkan penghidupan dari gaji pegawai. Kehidupan pas-pasan dengan empat orang saudara, membuatnya berpikir bahwa kebahagiaan terletak pada kekay […]
  • Ramadhan : Bangkitnya Kekuatan Global Islam Mei 27, 2017
    Kota Istambul dahulunya ibukota Konstatinopel yang menjadi pusat kekuasaan Salibis, dan jantung Eropa, kemudian ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat terkenal itu. Entah berapa banyak penguasa Islam, berusaha menaklukan Konstatinopel, tetapi selalu gagal. Baru di zamannya Sultan Mohamad Al-Fatih, yang sangat  brilian dan ahli strategi perang, […]
  • Perampok Freeport ingin Kontrak Diperpanjang Hingga 2041 Mei 27, 2017
    PT Freeport Indonesia meminta kontrak kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengeksploitasi tambang tembaga dan emas di Papua diperpanjang lagi dari 2021 hingga 2041. Berdasarkan Kontrak Karya II yang diteken tahun 1991, Kontrak Freeport hanya sampai tahun 2021. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto mengatakan Freeport sudah mere […]
  • Di Jakarta, Hilal Terlihat Di Cakung dan Cilincing, Pemerintah Mengabaikan! Lebih hebat dari Nabi? Mei 25, 2017
    DetikIslam.com. JAKARTA  – Kamis petang  Tim rukyatul-hilal di Cakung dan di Cilincing yang biasa dari tahun ke tahun memantau hilal dikabarkan sudah melihat hilal. Di Cakung hilal terlihat sekitar 3,5 derajat dan di Cilincing dengan posisi 4 derajat. Sesungguhnya di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, manakala sudah ada seseorang yang berhasil mel […]
  • Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut Mei 23, 2017
    Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). Datangnya Kematian Menurut Al Quran : Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri ma […]
  • Akhirnya Ulama Saudi Berani Kritik Keluarga Kerajaan Secara Terbuka Mei 23, 2017
    Akhirnya ulama Saudi berani juga mengkritik keluarga kerajaan. Kritikan secara langsung dan terbuka yang dilakukan ulama Saudi kepada keluarga kerajaan termasuk tidak lazim di negri yang mengklaim paling Sunnah itu. Kritikan yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Ahmad seorang profesor di departemen hukum Islam Universitas Al Imam yang juga merupakan pegawai pemer […]
  • 85 Tahun Umat Islam Hidup Bak Gelandangan Tanpa Rumah Mei 23, 2017
    Oleh : Ihsan Tandjung Tidak banyak muslim yang tahu bahwa 85 tahun yang lalu telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat mempengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam di seantero dunia. Persisnya pada tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Agung yang berada di Turki menyetujui tiga buah Undang-Undang yaitu: (1) menghapuskan kekhalifahan, (2) menurunkan khalifah […]
  • Menyambut Sang Penjajah dengan Bangga Mei 23, 2017
    Ada yang masygul dalam benak kita; mengapa pejabat di negeri ini begitu suka cita menyambut kedatangan Hillary Clinton, Menlu AS yang baru, yang datang ke Indonesia tanggal 18-19 Pebruari 2009? Sampai Mensesneg Hatta Rajasa di Kantor Setneg, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (5/2/2008) menyatakan, “Indonesia masuk dalam radar negara-negara besar yang patut diperhi […]
  • Zionisme Israel, Imperialisme Barat dan Terorisme Keduanya Mei 23, 2017
    Zionisme Israel Sebelum berbicara mengenai Zionisme Israel, kita harus memahami terlebih dulu hubungan antara Yahudi dan Zionisme. Dari apa yang dinyatakan Roger Geraudy dalam The Case of Israel-nya, ada isyarat bahwa ketika berbicara mengenai Yahudi, hal itu terkait dengan: (1) Yahudi sebagai agama; (2) Yahudi sebagai sebuah bangsa; (3) Yahudi sebagai ketur […]
  • KDS Sebar 1.000 Kondom dan Brosur Tentang HIV/AIDS Mei 23, 2017
    Kelompok dukungan sebaya (KDS) Jepara Plus yang peduli pada HIV/AIDS di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin, menyebarkan sekitar 1.000 kondom dan brosur mengenai penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia ke masyarakat luas dalam peringatan Hari HIV/AIDS sedunia 1 Desember 2008. Ketua KDS Jepara Plus, Faizin, di Jepara, Senin, mengatakan, aksi simpatik […]

%d blogger menyukai ini: